Cari Blog Ini

Selasa, 22 Juli 2025

 

Penulis        : Alfind Gustaman

Outline PB  : Pengelolaan Sampah di Kota Kendari

Tahun          : 2025

 

I.                 PENDAHULUAN

 

Kota Kendari merupakan salah satu kota besar yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki Luas Wilayah kurang lebih 271,76 Kilometer persegi. Pembentukan Wilayah administrative Kota Kendari termuat dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1995 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Kendari.

Berdasarkan data BPS Jumlah Penduduk di Kota Kendari Tahun 2023 diproyeksi sebanyak 364.220 Jiwa, sehingga kepadatan penduduk Kota Kendari termasuk Klasifikasi Kota Sangat Padat.

Dari sisi demografi dan kepadatan penduduk kota Kendari serta berbagai aktivitas warga kotanya yang terkait dengan lingkungannya, dapat diperkirakan akan banyak menimbulkan masalah lingkungan hidup salah satunya adalah masalah persampahan, hal ini juga sesuai dengan penelitian dari Muhammad Yunus (2020) ; Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UHO, dimana terdapat hubungan yang signifikan antara populasi dengan jumlah rata-rata sampah yang dihasilkan, dimana semakin padat penduduk suatu kota akan berbanding lurus dengan aktivitas warga kota yang beragam, khususnya aktivitas dalam konsumsi barang atau jasa, sehingga akan berakibat menghasilkan timbunan sampah yang lebih banyak.

Peningkatan jumlah sampah dapat berakibat pada pencemaran lingkungan dan bisa menimbulkan bahaya banjir apabila sampah sampai menutup aliran Sungai dan saluran air yang ada di lingkungan perumahan warga. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh timbunan sampah juga berdampak buruk bagi Kesehatan warga kota. Untuk mengurangi dampak buruk dari timbunan sampah tersebut, maka diperlukan penanganan sampah yang efektif di Kota Kendari.

Penanganan sampah di Kota Kendari saat ini dilakukan dengan berbagai kegiatan antara lain: Pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan sampah sesuai dengan Perda Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penanganan Sampah. Berdasarkan data BPS Tahun 2022 di Kota Kendari terdapat 60 Unit Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan 1 Unit Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan bahwa sapras persampahan yang tersedia di Kota Kendari sangat kurang bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk yang ada, sehingga bisa berdampak pada efektifitas pengelolaan sampah, dan hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang mana disampaikan bahwa pengelolaan sampah di negara berkembang belum baik (Adlina, 2013).

Berdasarkan pengamatan lapangan oleh Penulis, terdapat Fakta – fakta bahwa masih banyak tumpukan sampah diberbagai Lokasi di Kendari, selain itu banyak terdapat Sapras persampahan yang sudah tidak layak atau rusak berat, sehingga sampah yang menumpuk tersebut terlihat berhamburan di jalan raya atau di saluran air, dan dapat berpotensi menyebabkan banjir.

Sementara itu berdasarkan informasi dari Media ANTARA hari Kamis tanggal 9 Januari 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari mencatat bahwa terdapat Produksi sampah Kota Kendari di awal Tahun 2025 mencapai 243 ton per hari, sehingga dengan besarnya jumlah Sampah yang tersebar di berbagai Lokasi TPS tersebut dan dibandingkan dengan jumlah petugas untuk menangani sampah yang hanya berjumlah 160 Petugas, maka terdapat kesenjangan Pelayanan yang cukup besar untuk penanganan sampah tersebut.

Dalam melaksanakan penanganan sampah di Kota Kendari, Pemerintah dapat melihat atau mengambil pengalaman Kota Besar lainnya dalam melakukan kegiatan penanganan sampah, seperti di Kota Balikpapan yang menerapkan beberapa inovasi dalam hal penanganan sampah salah satunya bekerjasama dengan
CIROES
yaitu sebuah startup yang bergerak di bidang pengelolaan limbah berkelanjutan Dimana CIROES adalah circular economy marketplace yang menghubungkan penjual dan pembeli sampah daur ulang dan bertransaksi dengan mudah, cepat, dan menguntungkan melalui satu platform. Tujuan dari program tersebut adalah untuk mentransformasi sampah agar dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi, dengan melibatkan Masyarakat secara langsung dan menggunakan aplikasi digital. Selain pengalaman dari Kota Balikpapan adapula program penanganan sampah yang dilakukan di Kota Semarang, dimana Kota Semarang berpotensi menghasilkan sampah terbanyak diantara kota lainnya di Indonesia. Hal ini memicu pemerintah Kota Semarang membuat beberapa program yang dapat menangulangi sampah yang ada di kota tersebut. Berikut 5 (lima) program pemerintah Kota Semarang untuk menangulangi sampah antara lain:

1. Pembagian Tugas Yang Jelas

Kerja sama dengan semua elemen masyarakat setempat. Pembagian tugas yang dimaksud seperti KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) merupakan pelaksana teknis pengolahan sampah terpadu, Pengadaan TPS (Tempat Penampungan Sementara) dibawah naungan aparat di masing-masing kecamatan. Sampai ke kelurahan yang akan mengontrol dan menangani permasalahan lingkungan di kelurahan.

2. Pembuatan Jalur Khusus Bagi Truk Sampah

Program ini berfungsi agar truk yang mengangkut sampah ke tempat pengolahan sampah terdekat bisa bergerak dengan bebas. Sampah yang diangkut nantinya akan diolah kembali menjadi sesuatu yang dapat digunakan menjadi pupuk bagi lahan pertanian.

3. Penerapan Sistem Landfilled

Penerapan system Landfill atau lebih dikenal dengan pemilihan sampah organik dan non organik menjadi progam pemerintah kota Semarang. Sistem landfill ini dilakukan untuk menghasilkan barang siap pakai. Sampah organik nantinya akan dijadikan kompos sedangkan sampah non organik akan dijadikan barang langsung jadi seperti kerajinan tangan, dan spot foto.

 4. Kerjasama dengan pihak Perusahaan di Semarang

Tujuannya agar program pemerintah kota Semarang dalam menanggulangi sampah di kota tersebut dapat berjalan secara optimal. Hal ini dapat kita lihat bagaimana keikutsertaan elemen tersebut dalam membangun desa.

Air limbah yang dihasilkan dari pabrik yang ada di dekat sana dibuat sebuah tempat untuk dilakukan pengolahan yang digunakan untuk kesuburan lahan pertanian. Kegiatan ini pula didukung oleh lapisan masyarakat sehingga memberikan dampak positif bagi kehidupan perekonomian warga.

5. Kantong Plastik Prabayar

Pemerintah Semarang mengadakan program kantong plastik prabayar. Program ini bertujuan untuk meminimalisir angka dari jumlah sampah yang ada di Indonesia. Balai Lingkungan Hidup (BLH) Semarang me-launching kegiatan tersebut di area Simpang Lima ketika Care Free Day di tahun lalu.  Setiap pembelanjaan dengan menggunakan kantong plastic akan dikenakan tarif sebesar Rp. 200,00.

Itulah lima program pemerintah Kota Semarang untuk menanggulangi sampah yang ada di kota tersebut. Kelima program tersebut ternyata membawa Kota Semarang mewakili Indonesia dan akan bersaing dengan negara tetangga di kota bersih se-ASEAN.

Berdasarkan fakta yang terjadi dan pengalaman – pengalaman di Kota- kota besar lainnya dalam masalah persampahan serta ruang lingkup kajian yaitu penanganan sampah yang efektif pada TPS di Kota Kendari, maka diperlukan Solusi penanganan sampah yang efektif secara terpadu oleh semua pihak. Dengan segenap permasalahan sampah yang dihadapi Kota Kendari, tidak hanya mempengaruhi keindahan, kebersihan, dan kenyamanan Kota, namun juga berpengaruh terhadap kesehatan penduduk dan lingkungan Kota sebagai akibat dari produksi dan polusi sampah. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pengelolaan sampah diperlukan kepastian hukum, kejelasan tanggungjawab dan kewenangan pemerintahan daerah serta peran masyarakat dan dunia usaha, sehingga dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efesien.

Sabtu, 03 Mei 2014

JALAN - JALAN KE KABAENA

EKSPEDISI **BENTENG PULAU KABAENA**

          Pulau Kabaena adalah salah satu wilayah kepulauan yang berada dalam lingkup pemerintahan Kabupaten Bombana, terdiri dari 6 Kecamatan yaitu : Kec. Kabaena, Kabaena Barat, Kabaena Tengah, Kabaena Utara, Kabaena Timur, Kabaena Selatan. Beberapa potensi sumber daya alam yang bisa kita nikmati dan dijadikan obyek tujuan wisata di wilayah kepulauan Kabaena antara lain : Potensi Wisata Alam, Wisata Budaya, Panorama Bawah Laut, Wisata Kuliner.
Jarak Kepulauan Kabaena dari Ibu Kota Kabupaten


Bombana adalah selama kurang lebih 4 (empat) Jam Perjalanan menggunakan kapal laut atau speed boat, berangkat dari pelabuhan Kasipute (Kec. Rumbia) dan tiba di pelabuhan Sikeli (Kec. Kabaena Barat) atau pelabuhan Dongkala (Kec. Kabaena Timur).
Obyek Wisata yang ada di Kepulauan Kabaena antara lain; There are many culture and tourism object;

WATUBURI CAVE,  GOA WATUBURI
Goa Batuburi ini terletak di desa Lengora kecamatan Kabaena Tengah, dengan waktu tempuh 7(tujuh) jam dari Ibukota Kabupaten. Keunikan dari Goa Watuburi ini didalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit yang menyatu membentuk tiang – tiang alam dan juga terdapat fosil burung rajawali yang menempel pada dinding goa. Sebagian masyarakat percaya bahwa goa ini dapat mendatangkan rahmat, olehnya itu seringkali digunakan sebagai tempat melakukan semedi atau tapa.



Watuburi cave, this cave is situated in lengora village, central kabaena, which is gone through for about 7 (seven) hours trip from Rumbia. Watuburi cave is very unique, there is stalactit and stalakmit joining and become one pillar. On the cave wall, there is an unique eagle fossil. For some society this cave is very important, because the villager believe if they do offerings and meditation inside the cave will make them luck.

SAGORI ISLAND, Dive site  -  Panorama bawah laut PULAU SAGORI
Obyek wisata Pulau Sagori, terletak di Kecamatan Kabaena Barat dengan waktu tempuh 4 (empat) jam perjalanan dari Rumbia, Panorama alam yang ditawarkan dari pantai ini selain hamparan pasir putih dan tumbuhan rindang lainnya, pantai Pulau Sagori ini memiliki panorama bawah laut yang terdiri dari beraneka ragam jenis ikan dan terumbu karang yang menarik.
Sagori island, this tourism object is situated in West Kabaena Island which is gone through for about 4 (Four) hours trip from Rumbia. The most interesting of this island is the beach with white sand and many dive sites underwater. There are much variety of beautiful fish and coral down there.

TRADITIONAL DANCE,   TARIAN TRADISIONAL
Tarian Adat Lumense, dibawakan oleh para gadis – gadis. Tarian ini adalah tarian yang ditujukan untuk menolak kutukan dan mengusir roh – roh jahat yang dapat mengganggu serta dapat menggagalkan hasil panen para petani.
Lumense Traditional Dance, this traditional dance is danced by young girl. The aim of this dance are to refuse the damn and disspate evil ghost, so the harvest will be success for the farmers.
Selain wisata alam yang dijelaskan diatas, adapula beberapa wisata lain yang tidak kalah indah, unik dan menarik, yaitu :

Wisata Sungai LAKAMBULA,  LAKAMBULA RIVER
                                                              Sungai Lakambula mengalir dari Desa Tangkeno   (Kecamatan Kabaena Tengah) ke Kelurahan Rahampuu (Kecamatan Kabaena), dengan    panjang sungai kurang lebih 15 KM, mempunyai           arus yang cukup deras , dan banyak jenis       bebatuan disekitarnya. Merupakan potensi yang            sangat cocok untuk wisata arung jeram.



Wisata BENTENG TANGKENO, TANGKENO FORT SITE
Terletak di Desa Enano di Tangkeno (Kec. Kabaena Tengah) dapat ditempuh selama 1 (satu) Jam perjalanan menggunakan kendaraan umum dari Pelabuhan Sikeli (Kec . Kabaena Barat), kondisi exciting Benteng Tangkeno terletak di lereng gunung Sampapolulu. Benteng tersebut menurut beberapa cerita masyarakat merupakan benteng pertahanan Belanda pada jaman penjajahan, memiliki beberapa buah meriam dan terdapat pula makam Mokole Tangkeno (Makam Raja Tangkeno)

Wisata BENTENG TUNTUNTARI, TUNTUNTARI FORT SITE
Terletak di Desa Enano di Tangkeno (Kec. Kabaena Tengah) dapat ditempuh selama 1 (satu) Jam perjalanan menggunakan kendaraan umum dari Pelabuhan Sikeli (Kec . Kabaena Barat), kondisi exciting Benteng Tuntuntari terletak di sebelah utara Desa Enano di Tangkeno. Benteng tersebut terbuat dari batu – batu alam yang sangat besar.
Selain benteng yang disebutkan diatas, masih banyak lagi benteng yang ada di Pulau Kabaena namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi yang lebih lengkap, benteng tersebut antara lain adalah ; Benteng Wumbuloia, Benteng Liano, Benteng Tondodopi, Benteng Ewolangka, Benteng Matarapa, Benteng Bungkuwatu, Benteng Tondowatu.
Untuk lebih mengenal dan memperoleh informasi yang lebih lengkap dari tempat wisata – wisata tersebut , maka kami selaku pemuda yang terkumpul dalam wadah pecinta lingkungan, bermaksud mengadakan ekspedisi Pulau Kabaena yang rencananya akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari selama hari libur sekolah. Dan tentunya harapan kami adalah Pemerintah Kabupaten Bombana dalam hal ini Dinas Pariwisata Kab. Bombana dapat mengakomodir kegiatan yang positif ini, kami juga mengundang pihak – pihak yang berkompeten dan peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan khususnya wilayah kepualauan Kabaena, dimana saat ini banyak berdiri perusahaan – perusahaan tambang yang menurut pengamatan kami kurang arif dalam mengelola SDA lokal, dengan tidak memperhatikan lingkungan sekitar kawasan tambang dan tidak pro terhadap masyarakat sekitar yang hidupnya sangat bergantung kepada lingkungan alam sekitarnya.

Rute Ekspedisi Benteng Pulau Kabaena adalah sebagai berikut :
Hari 1 :
Berangkat dari Ibukota Kabupaten (Kec. Rumbia) ke Pelabuhan Sikeli (Kec. Kabaena Barat) Pulau Kabena menggunakan kapal laut, dengan waktu tempuh kurang lebih 4 (jam) perjalanan.
Tiba dipelabuhan sikeli langsug Ke Desa Enano di Tangkeno, menggunakan kendaraan umum dengan jarak tempuh 1 (satu) jam perjalanan.
Tempat Akomodasi : Rumah Peristirahatan yang telah disiapkan Pemda setempat
Hari 2 :
Pembekalan Tim Ekspedisi Benteng Kabaena, berangkat ke Benteng “Tawulaagi” dengan berjalan kaki (Trekking). Mendokumentasikan Benteng dan Kawasan sekitarnya, mencatat kondisi exciting Benteng, penjelajahan dalam benteng dan sekitarnya. Setelah semua kegiatan dilaksanakan kembali ke tempat peristirahatan.
Hari 3 :
Trekking menuju Benteng “Tuntuntari” dengan kegiatan yang sama dengan hari ke dua.
Hari 4 :
Trekking menuju Benteng “Ewolangka” dengan kegiatan yang sama.
Hari 5 :
Menuju ke Desa Tirongkotua (Kec. Kabaena), dengan jarak tempuh selama 10 (sepuluh menit) menggunakan kendaraan umum. Istihatat sambil pembekalan, Trekking menuju Benteng “ Matarapa” dengan melakukan kegiatan sesuai yang telah di jadwalkan.
Hari 6 :
Bergerak menuju Dsn. Olondoro, Desa Rahadopi (Kec. Kabaena), dengan jarak tempuh 4 jam perjalanan, menggunakan kendaraan umum. Tim Ekspedisi beristirahat dan menikmati panorama desa tertua di Pulau Kabaena, dapat mengunjungi makam – makam bersejarah.

Hari 7 :
Trekking ke Benteng “Liano”, jaraka tempuk kurang lebih 2 (dua) jam perjalanan, setelah melakukan kegiatan pendataan di kawasan Benteng tersebut, langsung menuju ke Penginapan Sikeli (Kec. Kabaena Barat). Melakukan persiapan untuk kembali ke Ibukota Kabupaten.


                                                                                                          

Sabtu, 05 April 2014

Perencanaan Pembangunan Daerah

Tanggal           : 4 Maret 2014
Oleh                : Alfind Gustaman

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (PPD)

Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan suatu proses yang sangat penting dalam Pembangunan Daerah itu sendiri.
Perencanaan adalah suatu proses manajemen dalam rangka menentukan alokasi sumberdaya baik SDM, SDA, Anggaran ataupun sumberdaya – sumberdaya lainnya serta penentuan prioritas dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atau ditargetkan, dalam hal ini tujuan berbangsa, bernegara dan masyarakat secara umum.
Pembangunan merupakan proses pelaksanaan program atau kegiatan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Dari yang belum ada menjadi ada, dari yang sudah ada menjadi lebih baik. Contoh : Pembangunan Jalan Kabupaten, Pembangunan Pasar Desa, pelayanan pasien kurang mampu dan lain sebagainya.
Daerah adalah suatu wilayah administrasi, dimana didalamnya terdapat berbagai macam struktur dan keragaman masyarakat yang menjadi tujuan utama suatu pembangunan.
Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi hal yang sangat penting karena adanya tuntutan dan mandat rakyat / masyarakat terhadap pemerintah sebagai abdi masyarakat untuk memberikan layanan yang lebih baik, serta adanya keterbatasan pada sumberdaya – sumberdaya pembangunan, sehingga perlu untuk dikelola secara adil, baik dan transparan.
Proses Perencanaan Pembangunan Daerah dilaksanakan pada setiap level atau tingkatan pemerintahan, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat paling bawah yaitu Desa / Kelurahan, Perencanaan disetiap level tersebut berguna untuk menjaga konsistensi tujuan dari pembangunan itu sendiri. Untuk tingkatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) merupakan Tugas Pokok dan Fungsi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan suatu proses yang dilakukan terus – menerus dan bersifat periodik, mulai Perencanaan Jangka Panjang dengan periode 20 tahun, Jangka Menengah 5 tahun, dan Jangka Pendek 1 tahun. Pemerintah Daerah dalam hal ini sebagai pelaksana pembangunan membuat beberapa dokumen perencanaan secara periodik tersebut yaitu : RPJPD (20 Tahun), RPJMD (5 Tahun), dan RKPD (1 Tahun), dokumen – dokumen perencanaan tersebut disusun oleh Bappeda sebagai penanggungjawab urusan perencanaan di daerah.
Perencanaan Pembangunan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : secara Teknokrat oleh Pemerintah yang biasa juga disebut perencanaan Top Down (Top Down Planning) dan dilakukan dengan cara Partisipatif yang melibatkan secara langsung masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan, atau biasa disebut perencanaan Bottom Up (Bottom Up Planning).
Untuk menghasilkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang baik, diperlukan Aparat – aparat perencanaan yang berkompeten dan mempunyai kapabilitas di bidang perencanaan, tanpa harus melupakan peran dari masyarakat atau stackholders lainnya. PPD juga perlu didukung oleh Instrumen – instrument perencanaan yang baik, antara lain adalah Data dan Informasi yang akurat, Sistem Perencanaan yang up to date,Metode dan teknik perencanaan modern, serta Kebijakan atau aturan – aturan yang mendukung.
Oleh Karena Perencanaan Pembangunan Daerah itu sifatnya menyeluruh atau holistic, maka diharapkan agar setiap Stackholders pembangunan berperan aktif, khususnya pada level pemerintah, Bappeda wajib menyelenggarakan urusan pemerintah bidang perencanaan secara Aspiratif, Partisipatif, Konsultatif, Koordinatif, dan berperan sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan, sehingga nantinya perencanaan pembangunan daerah mempunyai nilai positif dan arti penting bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat umum.

Referensi :
1.    Perencanaan Pembangunan Daerah Otonom & Pemberdayaan Masyarakat, Dr. I. Nyoman Sumaryadi, Drs.,M.Si ;

2.    Manajemen Pemerintah Daerah, Rahardjo Adisasmita ;

Kamis, 03 April 2014

Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah Reguler, Makassar

Diklat PPD Reguler diikuti oleh para perencana SKPD dari setiap daerah, untuk meningkatkan kompetensi aparat perencana di daerah. Kegiatan tersebut di fasilitasi oleh Trainer - trainer ahli bidang perencanaan dari P3KM Univ. Hasanuddin Makassar.

Dokumentasi Kegiatan PPD Reguler

Kegiatan Diklat PPD ini sangat penting dan strategis dalam rangka peningkatan kualitas perencanaan pembangunan di daerah, dan semoga dapat terus dilanjutkan.

Minggu, 18 Juli 2010

DOWNLOAD E-BOOK Gratis

Banyak sekali info dan pengetahuan yang bisa kamu dapat dari e-book secara mudah, di zaman modern dan era digital penggunaan e-book menjadi hal yang sangat penting utamanya dunia pelajar dan kalangan profesional

Duniadownload.com
Tempat belajar "gratis!", berbagi ilmu bersama lewat kumpulan ebook-ebook gratis
berkualitas di internet.

Salam hangat...

Sabtu, 17 Juli 2010

Upgrade Blog

pencerahan pada blog anda (tutorial Video)

Jalan-jalan ke Bombana

Action Plan Distro (cth)

RENCANA AKSI

PEMBUKAAN USAHA DISTRO LOKAL

I. TUJUAN.

Adapun tujuan dari pembukaan usaha ini adalah :

1. Memperoleh pekerjaan sampingan yang mampu menghasilkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan.

2. Pengembangan diri dari para anggota komunitas khususnya dan anak – anak muda kendari pada umumnya.

3. Sebagai wadah pengembangan komunitas yang mempunyai hobi positif dan ide – ide yang kreatif.

4. Dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota komunitas dalam hal mengelola sebuah usaha.

II. ISU STRATEGIS.

Terdapat isu – isu penting yang dapat dijadikan dasar berpikir dalam membuka usaha ini :

1. Perkembangan trend dan lifestyle yang semakin kompleks.

2. Kebutuhan akan akses informasi dan komunikasi yang bertambah cepat.

3. Adanya program pengembangan UKM yang semakin gencar.

III. PETA TUJUAN.

Berikut adalah Mind Mapping tujuan usaha ini :

Smiley Face: TOKO DISTRO + WARNET

IV. SUMBER DAYA YANG DIPERLUKAN.

Adapun sumber daya yang diperlukan untuk mengelola usaha ini adalah :

1. Fasilitas Komputer 2 Unit

2. Etalase 1 Bh

3. Meja Kerja 1 Bh

4. Kursi Kerja 2 Bh

5. Kipas Angin 2 Bh

6. Pemasangan Jaringan Internet 1 Paket

7. Penambahan daya 1.500 watt

8. Cat 4 Kaleng

9. Accessories 1 Paket

10. Pemesanan Baju 5 Lusin

V. TUGAS MASING – MASING ANGGOTA.

Semua anggota komunitas akan terlibat dalam pengerjaan, seperti yang tertera dibawah ini :

1. Sdr. : Bertugas membenahi tempat, memasang interior, dan pembelian accessories.

2. Sdr. : Bertugas mengurus perlengkapan dan Penambahan daya.

3. Sdr. : Mengurus pemasangan jaringan dan Koneksi

4. Sdr. : Bertugas mengkoordinir kegiatan

VI. HAMBATAN DAN TANTANGAN.

1. Terkendala dengan modal yang kecil.

2. Tidak terlayaninya penambahan daya.

3. Keterlambatan Pengiman barang.

4. Jaringan yang kurang bagus atau error.

5. Kurang tenaga kerja terampil.

6. Tempat yang belum representatif.

VII. SOLUSI YANG MEMUNGKINKAN.

1. Fasilitas Kredit dari pihak luar (Bank)

2. Meminta bantuan orang PLN agar di prioritaskan.

3. Memesan barang sebelum stock kosong

4. Konsultasi IT dengan pihak lain.

5. Perekrutan anggota komunitas yang terampil.

6. Pembenahan ekstra untuk tempat usaha dan promosi.

VIII. STATUS KEGIATAN.

Untuk sementara kegiatan ini masih dalam tahap penyusunan dan persiapan, untuk hal – hal lain yang belum sempat di planning Rencana Aksi akan disempurnakan di kemudian hari sambil melihat perkembangan.

Para anggota komunitas secara bersama – sama akan memonitor kemajuan usaha ini. Dokumentasi mengenai usaha akan sangat mendukung usaha ini.

IX. PERENCANAAN PEKERJAAN.

Apa saja yang akan di kerjakan untuk membangun sebuah Distro + Warnet?

1. Membeli Komputer

2. Membeli Peralatan penunjang (Meja, Kursi dan Kipas angin)

3. Mendekorasi ruangan dan memasang interior.

4. Install Jaringan Komputer.

5. Install Program netkom.

6. Uji coba koneksi.

7. Pekerjaan akan dimulai pada akhir bulan agustus.

X. RINCIAN BIAYA.

1. Fasilitas Komputer Rp. 5.000.000,-

2. Etalase Rp. 800.000,-

3. Meja Kerja Rp. 1.000.000,-

4. Kursi Kerja Rp. 500.000,-

5. Kipas Angin Rp. 300.000,-

6. Pemasangan Jaringan Internet Rp. 2.000.000,-

7. Penambahan daya Rp. 2.000.000,-

8. Cat Rp. 500.000,-

9. Accessories Rp. 500.000,-

10. Pemesanan Baju Rp. 1.500.000,-

T O T A L Rp. 14.100.000,-

XI. CONTROL TUGAS DAN PELAPORAN.

Pekerjaan ini akan dibuatkan laporan setiap bulannya, dan di kontrol secara bersama – sama oleh komunitas (Pemodal), pelaporan keuangan akan dibebankan kepada saudara Brata.

XII. ATURAN – ATURAN MAIN.

1. Pengumpulan modal sendiri, terdiri dari:

a. : Rp. 500.000,-

b. : Rp. 500.000,-

c. : Rp. 500.000,-

2. Pemodal wajib mengumpulkan dananya setiap bulan, sebanyak: Rp. 100.000,-

3. Pemodal dapat memasukkan iuran sukarela setiap bulannya.

4. Total dari iuran – iuran tersebut dianggap sebagai saham dan disetiap akhir tahun akan dihitung keuntungan secara proporsional saham tersebut.

5. Untuk meminimalisasi resiko usaha setiap anggota baik pemodal maupun pengelola wajib untuk mengontrol jalannya usaha tersebut dan bertanggung jawab kepada komunitas.

6. Pencatatan dan pelaporan keuangan dibuat dalam 1 buku besar dan di entry kedalam komputer untuk pelaporan bulanan.

7. Akan dibuatkan Surat perjanjian untuk legalisasi yang lebih kuat.

XIII. TIME SCHEDULE (PENJADWALAN).

Tanggal Tugas/Pekerjaan

26-12-2009 Pembenahan tempat, Desain interior, Termasuk penataan halaman.

27-12-2009 Penempatan barang – barang dan accessories.

28-12-2009 Pemasangan jaringan internet.

29-12-2009 Persiapan pembukaan, termasuk uji coba peralatan dan jaringan.

30-12-2009 Acara pembukaan.

01-01-2009 Distro dan Warnet mulai beroperasi.

YOU ARE WELLCOME

You must try to browse.....and find your experience of Bombana culture.

Kabaena, 270905

Saudaraku,

Kutemui kau dalam geliat pulaumu

Diam, terpejam, cantik seperti putri tidur

Lelap, mengalun nafas seperti ombak dilautmu yang biru

Tapi saudaraku,

Hidup adalah pembelajaran dan pengajaran maha panjang

Ia memang mengalir, tapi kau harus menciptakan riak-riak besar

Buatlah gelombang besar hancurkan semua kelembaman

I LOVE YOUR ISLAND


Bangunlah seperti negrimu yang mulai menata diri

Berlarilah, kejarlah hari-harimu dengan pasti

Berarti tidak tertuang dalam guliran statis

Hidup adalah kedinamisan yang tak berhenti di satu titik

Kemerdekaanmu adalah kemampuanmu memerdekakan diri

Bangunlah, buatlah keajaiban-keajaiban kecil

Tatap langit sebab hidup tak akan kembali.....

Dan pulanglah menghadap-Nya dengan berarti.